Wednesday, October 22, 2014

Sir Alex Ferguson Angkat Bicara Soal Pemecatan Moyes

agen, agen bandar bola, agen bandar bola bca, agen bandar bola bri, agen bandar judi, agen bandar taruhan, agen bandar taruhan online, agen bola, Manchester United, The Red Devils


Ligacash.com – Mantan manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson akhirnya angkat bicara soal pemecatan David Moyes. Dirinya membantah menjadi satu – satunya orang yang bertanggung jawab terkait penunjukan David Moyes sebagai manajer The Red Devils menggantikan dirinya yang pensiun akhir musim 2013.
Moyes diangkat menjadi manajer MU menggantikan Ferguson pada Juli 2013. Alasan Fergie menunjuk Moyes karena kompatriotnya asal Skotlandia itu bisa menangani tim dalam waktu jangka panjang.
Selama 11 tahun menangani Everton, Moyes dipuji karena mampu menyulap The Toffees jadi salah satu kuda hitam di Premier League. MU dikabarkan merekrut mantan manajer Everton tersebut karena rekomendasi Ferguson.
Namun, dalam autobiografi terbarunya, Ferguson membantah perihal rekomendasi tersebut. Ferguson justru menilai langkah manajemen MU memecat Moyes sudah tepat.
"Pandangan yang beredar di luar sana itu tanpa proses dan tidak dapat diterima. Omong kosong. Kami merasa sudah melakukannya dengan cara yang benar: tenang, teliti, dan profesional," ungkap Ferguson.

"Orang-orang tentu tidak percaya bahwa keluarga Glazer akan mempercayakan pada satu orang saja untuk memilih manajer baru. Di luar sana orang-orang berpikir bahwa tidak ada seleksi saat itu. Omong kosong," demikian Fergie seperti dikutip Telegraph.
Moyes dipecat MU pada 22 April 2014 karena gagal memberikan trofi dan bahkan gagal membawa MU finis di zona Liga Champions. MU akhirnya menempati posisi ketujuh di klasemen akhir Premier League musim lalu sekaligus mencoreng muka klub dengan raihan gelar Liga Inggris terbanyak tersebut.
"Dia tidak sadar betapa besarnya United sebagai sebuah klub," ujar Fergie dalam edisi terbaru autobiografinya.
"Ada yang bilang bahwa tim ini terlalu tua, itu omong kosong. Skuat ini menjadi juara dengan keunggulan 11 poin dengan para pemain yang berusia 25 tahun atau lebih muda - Evans, De Gea, Jones, Smalling. Hernandez, Cleverley, Kagawa, Rafael, dan Welbeck," sambungnya.
"Sudah pasti dengan hasil-hasil tidak memuaskan itu, setiap kekalahan akan kian membuatnya lebih tertekan."
"Dengan hasil yang semakin memburuk, dia seperti mendapat pukulan di setiap kekalahan. Saya bisa melihat hal tersebut dari sikapnya," kata Ferguson.
"Pada Januari kami memboyong Juan Mata dan itu memang membantu, tetapi aku bisa melihat bahwa temboknya sudah bergetar sehingga membuat David semakin sulit bernafas. Saya tahu perasaan itu sama seperti pada 1989 ketika kami mengalami masa-masa sulit."
"Anda merasa hancur. Hasil itu membuatnya semakin terganggu. Tidak ada orang yang bisa membantah bahwa musim itu memang mengecewakan. Dan itulah risiko yang harus dibayar dalam pekerjaan," tambahnya.

Ferguson kemudian menambahkan bahwa Moyes tidak sadar seberapa besar MU sebagai sebuah klub. Selain itu, Moyes juga telah membuat kesalahan karena menghilangkan tempo permainan cepat MU.

"Alasan bermain dengan tempo cepat karena para pemain MU sudah terbiasa dengan cara tersebut. Jika tempo dilambatkan untuk alasan apapun, maka saat jeda turun minum, para pemain bisa merasa bahwa 'ini bukan kami'," kata Ferguson.

"Bermain dengan tempo cepat tidak akan menghalangi kami meraih kemenangan. Ini adalah cara kami bermain yaitu dengan banyak energi dan determinasi pada sepertiga lapangan," lanjutnya.

Setelah menjabat di Old Trafford, Moyes melakukan perubahan besar-besaran. Salah satu langkahnya adalah memecat beberapa staf pelatih MU, termasuk asisten pelatih di era Ferguson, Mike Phelan.

"Mungkin David merasa bahwa di klub sebesar ini dia harus memastikan setiap sudut harus mendukung sistemnya. Tetapi, saya merasa sudah ada hubungan yang baik di sana, dengan banyak orang hebat di posisi-posisi penting," tutur Ferguson.

No comments:

Post a Comment